Sabtu, 06 Desember 2008
di
05.32
|
Ada banyak bahan kimia yang sedang dikembangkan oleh para peneliti saat ini karena prospeknya untuk di gunakan sebagai zat anti kanker. Fokus terbesar adalah penelitian terhadap senyawa-senyawa dari tumbuhan baik darat maupun tumbuhan laut yang bersifat aktif terhadap sel kanker. Senyawa-senyawa ini pada umunya merupakan turunan flavanoid. Sayangnya, untuk menemukan senyawa aktif tersebut dibutuhkan waktu yang agak lama karena harus diekstrak dari berbagai sumber, dikarakterisasi, diuji aktivitasnya kemudian baru disintesis untuk memperbanyak jumlahnya. Pada dua dekade belakangan, ahli Biomaterial mulai mempelajari material-material anorganik untuk diaplikasikan sebagai anti kanker. Magnetit (Fe3O4) adalah senyawa yang paling menjanjikan untuk bidang ini. Magnetit merupakan salah satu jenis oksida besi yang paling umum dikenal dan terdapat cukup banyak di alam. Sesuai namanya, senyawa ini bersifat magnet (magnet alam pertama yang ditemukan manusia). Strukturnya sangat unik yaitu spinel terbalik karena sebenarnya senyawa ini merupakan gabungan dari dua oksida besi yaitu FeO dan Fe2O3 yang dihubungkan oleh jembatan oksigen. Struktur seperti ini menghasilkan resultan momen magnet yang nyata serta kemampuan untuk transfer elektron ke ion tetangga secara simultan.  Struktur kristal magnetite salah satu foto SEM partikel magnetite Agar magnetit tepat sasaran saat menyerang sel kanker, biasanya zat ini dimasukkan ke dalam tubuh bersama-sama dengan obat-obatan tertentu. Setelah magnetit diserap oleh sel kanker, maka tubuh pasien diberi medan magnet seragam dari luar dalam rentangan frekuensi yang tidak membahayakan (noninvasive). Momen magnet dari magnetit nanokristal dalam tubuh akan menjadi searah mengiktui arah momen medan luar sampai pada suatu titik dimana dia tidak lagi terpengaruh (kejenuhan magnetisasi). Ketika medan luar dihilangkan pada kondisi ini, momen magnet magnetit akan kembali secara perlahan-lahan ke kondisi awalnya. Peristiwa ini disebut relaksasi magnetik dan selalu menghasilkan panas sebagai akibat perubahan energi. Panas yang dihasilkan dalam sel kanker tersebut tidak berbahaya bagi manusia tapi sangat mematikan bagi sel kanker karena dia terkena secara langsung sehingga menyebabkan kematian sel kanker tersebut (sel kanker mati pada suhu 43oC). Banyak metoda telah dikembangkan untuk mensintesis magnetit agar memiliki struktur nanokristal. Ini merupakan syarat utama agar bisa digunakan sebagai bahan anti kanker karena jika magnetit memiliki struktur nanokristal dia akan memperlihatkan sifat superparamagentik serta mudah diserap ke dalam sel. Metoda tersebut antara lain dekomposisi kimia, transfer fasa , sonolisis, dan hidrotermal. Sayangnya semua metoda yang ada masih menggunakan prekursor berupa bahan kimia murni yang harganya relatif mahal dan seringkali memerlukan atmosfir nitrogen dalam prosesnya. Baru-baru ini saya dibawah bimbingan Dr. Syukri Arief, M.Eng berhasil mensintesis magnetit nanokristal secara langsung dari batuan besi yang banyak terdapat di Sumatera Barat tanpa memerlukan atmosfer inert. Batuan besi tersebut diproses secara hidrotermal sederhana sampai menghasilkan magnetit dengan kekristalan yang tinggi dan bersifat superparamagnetik. Idenya berawal dari usaha untuk meningkatkan nilai ekonomis batuan besi di beberapa kabupaten yang ada di sumatera barat. Selama ini batuan besi ditambang oleh perusahaan swasta untuk kemudian dijual mentah dengan harga murah ke Cina dan India. Tidak jarang kedua negara tersebut menjual kembali hasil olahan batuan tersebut berupa besi baja ke negara kita dengan harga yang lebih tinggi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan usaha-usaha untuk pemanfaatan sumber daya tambang yang ada di Sumatera Barat akan lebih banyak lagi. Daftar kepustakaan: 1. Yan, Aiguo;Liu, Xiaohe;Qiu Ghuanzhou;Wu, Hongyi;Yi, Ran;Zhang, Ning;Xu,Jing, Solvothermal synthesis and characterization of size-controlled Fe3O4 nanoparticles. Journal of Alloy and Compounds.(2007). In Press. 2. Gary Wulfsberg, Inorganic Chemistry, 2000, University Science Books, 691. 3. Xinchao Wei and Roger C. Viadero Jr, Synthesis of magnetite nanoparticles with ferric ion recovered from acid mine drainage: Impllications for environmental engineering, Journal of Colloids and Surfaces A: Physicochem. Eng. Aspects, 2007, 294 : 280-286. 4. Zhu,Hongliang;Yang,Deren;Luming,Zhu, Hydrothermal growth and characterization of magnetite (Fe3O4) thin films, Journal of Surface and Coatings Thecnology, 2007, 201 : 5870-5874.
Diposting oleh
vikoladelta
Rabu, 30 April 2008
di
02.26
|
Apa yang aku lihat dan dan aku ketahui tentang kondisi perempuan saat ini nyaris seperti sebuah chaos baru yang sulit dipahami. Perempuan sejak mendapatkan kebebasan dan hak-hak persamaannya telah berkembang pesat menjelajahi tatanan kehidupan sosial amat luas. Tapi apakah itu kebenarannya?? Benarkah perempuan harus disamakan dengan laki-laki dalam segala hal?
Nowadays, perempuan ikut di medan perang, olahraga angkat besi, tinju professional, manajer, menteri bahkan presiden. Semua yang dahulunya hanya bisa dimiliki oleh laki-laki kini bisa didapatkan oleh perempuan. Inilah emansipasi.
Right now, perempuan bebas memakai pakaian seperti laki-laki, bergaul dan bertingkah seperti laki-laki, bahkan bersikap ga karuan untuk memancing laki-laki. Tidak jarang perempuan Indonesia meniru gaya hidup, pergaulan dan pemikiran dari luar negeri yang jelas-jelas mempertuhan kebebasan. Bagi mereka toleransi adalah mengikuti saja apa yang dilakukan orang lain tanpa peduli itu sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dan agama atau tidak. Tidak jarang malah, tanpa disadari mereka terseret dalam arus budaya toleransi yang secara halus merobah karakter perempuan bangsa ini selama persentuhannya dengan budaya luar. Jadilah bergaul bebas, berpikiran bebas, dan selalu ingin bebas dari segala aturan yang seharusnya menjadi benteng pemisah dimana hak-hak dan kehormatan perempuan sebenarnya terjaga dan terhormat.
lalu inikah emansipasi?
Sisi yang dianggap modern oleh masayarakat post-metroplitan tentang kehidupan perempuan saat ini bagiku merupakan sebuah kata : heran.
Lalu aku melihat dalam lingkungan yang jauh tersembunyi dari hingar-bingar kemodernan pemikiran, terkurung dalam pagar-pagar budaya leluhur yang tetap dijunjung tinggi demi sebuah nama baik keluarga, agar tak diperbincangkan kaum kerabat, kaum perempuannya berjuang keras setiap hari demi kelangsungan hidup keluarganya. Bukan karena tidak ada kepala keluarga, seorang laki-laki yang seharusnya bertanggung jawab secara penuh terhadap anak dan istrinya.
Laki-laki, kepala keluarga adalah penanggung jawab: nafkah lahir untuk anak dan istrinya, pendidikan formal dan agama yang layak untuk anak-anaknya, mengasuh, membesarkan, memberi makan, mangayomi istri, bahkan sebenarnya menyelenggarakan segenap pekerjaan rumah seperti mencuci dan memasak. Setahuku, begitulah perintah untuk kepala keluarga dalam agama islam. Tapi aku hampir-hampir tidak pernah melihat itu dalam keluarga yang hidup di tengah-tengah adat basandi syara’-syara’ basandi kitabullah ini.
Yang ada malah wanita jadi kepala keluarga. Bangun subuh hari, segera kemesjid untuk shalat berjamaah, bergegas pulang untuk menyiapkan makanan dan secangkir kopi untuk suaminya, sementara si laki-laki masih bermimpi tentang angka yang akan di pasangnya untuk taruhan siang ini. Sejenak setelah anak-anknya berangkat ke sekolah, si perempuan berangkat ke sawah tempat dia akan bekerja seharian dibawah terik matahari sementara suami masih melanjutkan mimpin-mimpinya di warung bersama teman-teman sepermainan dominonya. Siang hari, saat istirahat zuhur, si perempuan pulang untuk menyediakan makan siang bagi suami. Tak jarang makian, amarah sampai perlakuan kasar diterimnya ketika dia terlambat menyediakan makanan atau untuk alasan-alasan remeh yang sebenarnya menjadi tanggung jawab laki-laki. Sore harus mencuci, malam mendidik dan mengawasi kehidupan sekolah anak-anak.
Ternyata sisi yang di anggap kuno dan tertinggal oleh sebagian orang, ada pejuang-pejuang kehidupan yang tangguh, yang sanngup menyelesaikan tugas-tugas yang semestinya menjadi tanggung jawab manusia-manusia yang lebih “perkasa” bernama laki-laki. Di tempat itulah aku melihat wanita dengan mengucapkan satu kata: kagum. Selamat hari kartini
Diposting oleh
vikoladelta
Minggu, 27 April 2008
di
00.59
|
Yah…. Sialan, hujan lagi!!! Kata-kata ini mungkin sering kita dengar, atau bahkan kita sendiri yang mengucapkannya dikala hujan mulai turun dan menjebak anda yang sedang dalam perjalanan, menghambat aktivitas yang telah anda rencanakan secara matang (kayak goreng ubi mama). Anda, saya, dan kita semua dengan mudahnya mengeluarkan umpatan, keluhan, erangan dan berbagai kata-kata masam lainnya (kebanyakan adalah nama-nama penghuni kebun binatang) ketika terjebak dalam derasnya hujan. Bahkan tak jarang diantara kita menunjukan reaksi yang berlebihan ; menendang bangku, memukul pintu,melempar duit sampai menggigit kaos kaki (???????^,^) .yaaaahhh pokoknya cem-macem lah. Nah…., pada kesempatan yang singkat ini khatib mengajak hadirin yang berbahagia untuk merenung sejenak (woiii bukan bengong). Mari kita buka pikiran kita lebih luas. Lihat dan rasakanlah dengan kebeningan hati, dalam nuansa imajinasi yang penuh realitas (aaaaa maksud nyo ko??). Pernahkah kita berfikir berapa manfaat yang kita dapatkan dari hujan yang baru saja usai ini. Nun jauh disana para petani bergembira mendapat limpahan rahmat dari langit, hujan telah memberi energi baru pada semangat mereka untuk memulai bercocok tanam kembali. Bersegera mananam padi di sawah, mengisi ladang dengan berbagai palawija, sayuran, buah-buahan. Dalam pikiran mereka terbayang padi yang berbulir kuning, padat, yang batangnya merunduk rendah saking lebatnya buah yang mengisi tiap tangkai. Sementara di ladang para ninik mamak beserta kemenakannya menaruh harapan akan tumbuhnya sayuran yang hijau mengkilat diterpa sinar matahari, buah cabe yang merah merona (ihhh jadi malu.. katanya) , tomat yang gemuk lagi menggemukkan serta aneka makhluk berklorofil lainnya yang bermanfaat bagi para pengeluh dan pengumpat seperti manusia. Semua hasil panen itu nantinya dikumpulkan dan didistrubusikan secara massal ke kota-kota. Ke tempat di mana anda, saya dan kita semua yang mengeluh tadi, pasokan beras dan sayur-mayurnya bergantung pada kerja keras para petani karena kita memang tidak punya lahan cukup luas untuk menanam semua itu (juga tidak punya ketrampilan dan kemauan keras seperti mereka). Hasil panen itulah yang mencukupi kebutuhan karbohidrat kita, mencukupi asupan vitamin untuk sel-sel kita juga menjaga kelangsungan hidup komunitas vegetarian di sekitar kita. Darinya kita mendapatkan energi dan dampak kesehatan yang semakin mahal harganya. Energi dan kesehatan tersebutlah yang kita gunakan kembali untuk beraktivitas, bekerja, mencari uang untuk membeli nasi dan sayuran yang akan dimakan selanjutnya. Energi, kesehatan, dan klorofil itu lah yang juga kita gunakan untuk melangkah, berlari dan berteduh dikala hujan yang berusan tercurah. YAAAAAA, JUGA ENERGI DAN KESEHATAN ITULAH YANG KITA GUNAKAN UNTUK MENYUMPAH SERAPAH PADA HUJAN (YANG PADA HAKIKATNYA KITA MENGUMPAT PADA ALLAH`SWT YANG MENCIPTAKAN HUJAN) . Kalau begitu kapan kita akan bersyukur?????????????????
Diposting oleh
vikoladelta
|
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger template by blog forum
|